• gina

HONAI, KARIWARI, JEW - RAGAM RUMAH ADAT PAPUA


Rumah Honai / Sumber: http://mahligai-indonesia.com

Papua adalah provinsi yang berada paling timur dalam wilayah Indonesia. Dengan wilayah seluas 309.934,4 km2, provinsi ini menjadi provinsi terbesar di Indonesia, dengan penduduk kurang lebih 3,3 juta orang. Sebagai pembanding, luas pulau Jawa adalah 128.297 km2 dengan penduduk yang diproyeksikan mencapai 150 juta pada tahun 2019. Karena begitu luasnya, masyarakat Papua yang hidup dari latar belakang suku berbeda, hidup terpencar-pencar. Suku asli masyarakat Papua sendiri berjumlah 250 banyaknya dengan beberapa suku mayoritas di antaranya suku Dani, Damal, Amungme, Arfak, Asmat, Yali, dan lain sebagainya. Masing-masing suku ini memiliki adat dan istiadat yang berbeda-beda. Karena begitu beragamnya suku di Tanah Papua, jenis-jenis rumah adatnya pun menjadi begitu bermacam rupa.


Rumah-rumah tersebut tidak hanya dilihat dari wujudnya, tapi juga dilihat dari hubungan antara penghuni dan rumah. Apa yang bisa diberikan rumah kepada penghuni dan apa yang bisa dilakukan penghuni kepada rumah. Rumah adalah kesatuan yang utuh dalam kehidupan sosial orang Papua. Selalu dinamis dan tak dilihat sebatas tempat tinggal, karena juga dipakai sebagai tempat upacara. Rumah bahkan menjadi gambaran jiwa pemilik atau kelompok suku yang mendiaminya, karena setiap suku yang ada di Papua memiliki ciri dan karakter yang berbeda-beda dan orang-orang Papua memperlihatkan hubungan ini dengan segala bentuk perwujudannya. Mari kita lihat tiga dari sekian banyak rumah adat Papua.


Yang pertama dari Suku Dani ada Rumah Honai. Rumah yang memiliki arsitektur yang berfungsi untuk menangkis hawa dingin dan tiupan angin kencang di Lembah Baliem. Tinggi rumahnya rata-rata 2,5-5 meter dengan diameter 4-6 meter. Rumah ini bisa menampung 5-10 orang. Bisa dipastikan leluhur Suku Dani membangun rumah bundar agar anggota keluarga bisa berkumpul dengan rapat dan suasana hangat akrab. Ditambah lagi, keunikan rumah ini memiliki pintu yang kecil, sehingga orang dewasa yang ingin masuk harus menunduk.

Rumah Honai Papua / sumber: RomaDecade

Kedua adalah Rumah Kariwari yang menjadi kediaman dari suku Tobati. Rumah yang saling berhadapan ini berada di daerah pesisir Teluk Yotefa, yang berada di Teluk Humboldt, Papua. Ada jembatan papan yang menyatukan tiap-tiap rumah. Di kolong rumah biasanya dibuat keramba ikan. Rumah tinggal Suku Tobati ini menarik karena berada di atas air. Ruangan di rumah Suku Tobati dibagi berdasarkan gender di sebelah laut diperuntukkan tempat kaum laki-laki dan sebelah darat untuk kaum perempuan. Selain itu, terdapat ruangan yang dipergunakan sebagai kamar mandi dan jembatan.


Rumah Kariwari Papua / Sumber: BomeoChannel

Satu lagi, rumah adat Papua yang tidak kalah uniknya juga adalah Rumah Jew. Rumah yang digunakan untuk melaksanakan upacara adat suku Asmat disebut dengan Jew atau rumah bujang. Rumah dengan panjang 50 meter ini selalu dibuat menghadap sungai oleh Suku Asmat. Rumah ini memiliki ornamen, ukiran dan patung yang menarik perhatian. Dinding dan atap Jew terbuat dari anyaman daun sagu. Terdapat suatu tradisi unik setiap rumah Jew berdiri, selalu diadakan pesta di malam hari, untuk bersuka cita bersama, seperti bernyanyi dan menari diiringi pukulan tifa. Suku Asmat percaya di saat pesta itu roh leluhur akan datang dan mulai menjaga rumah. Di rumah inilah suku Asmat berkumpul membicarakan masa depan kampung mereka.


Rumah Jew Papua / sumber: IndonesiaKaya.com

Wah! Banyak jenisnya ya rumah adat di Papua dan beragam pula kegunaannya, sesuai kebutuhan Suku yang mendiami. Inipun baru sebagian rumah adat. Masih banyak lagi lho fakta menarik mengenai Papua. Jadi, pantau terus artikel-artikel di website ini kita ya! Happy Reading!


Penulis: Margie

338 views

Jakarta: @econusa | Papua: @pacebentara | Email : hutanpapua@gmail.com

©2018 @econusa.id for hutanpapua.id